Pemahaman para pelajar mengenai bank, khususnya bank syariah, perlu ditingkatkan. Sejauh ini mereka mengenal bank hanya untuk urusan menabung. Dengan…
You must be logged in to view this content.
Meningkatkan Dinamika Masyarakat
Pemahaman para pelajar mengenai bank, khususnya bank syariah, perlu ditingkatkan. Sejauh ini mereka mengenal bank hanya untuk urusan menabung.
Dengan mengenalkan bank dan bank syariah sejak dini (di bangku sekolah), diharapkan pada masa mendatang literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia meningkat. Berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019 indeks literasi (mengerti) keuangan tercatat 38,03% dan indeks inklusi (penggunaan) keuangan 76,19%.
Di Jawa Tengah (Jateng), indeks literasi lebih baik yakni mencapai 47,38%, namun indeks inklusi keuangan Jateng hanya 65,71%. Melalui kegiatan Islamic Banking (IB) Vaganza yang bakal digelar di Solo Paragon Mall, Jumat–Minggu (22-24/11), diharapkan masyarakat Soloraya lebih mengenal perbankan, khususnya perbankan syariah.
Untuk menyambut acara itu, pada Kamis (14/11) digelar pre-event IB Vaganza bertajuk Islamic Banking Goes to School di SMA Al Islam 1 Solo. Sejumlah perbankan syariah terlibat di acara yang digelar bersama OJK itu untuk memberikan informasi mengenai produk keuangan syariah kepada siswa.
Kegiatan itu disambut positif pihak sekolah. ”Ini sangat mendukung kegiatan kami. Kami ada kegiatan namanya literasi. Literasi kan bukan hanya baca tulis, tapi bisa juga menyasar literasi finansial. Diharapkan dengan kehadiran perbankan syariah siswa bisa menjadi lebih tahu,” kata Kepala SMA Al Islam 1 Solo, Umi Faizah, kepada Espos, Kamis (14/11).
Menurut Umi, selama ini siswa hanya memahami produk perbankan adalah tabungan. Padahal, selain tabungan ada banyak manfaat yang bisa diambil dari industri perbankan, misalnya investasi dan sebagainya. ”Dengan informasi yang telah disampaikan dalam acara ini diharapkan para siswa akan lebih tahu cara mengelola keuangan,” lanjut dia.
Umi menambahkan sejak tiga tahun terakhir pihaknya bekerja sama dengan salah satu bank syariah untuk menggelar pelayanan perbankan di sekolah. Para siswa bisa mengaplikasikannya. “Setiap Selasa bank datang ke sekolah. Kemudian siswa bisa menabung atau membuka rekening. Tapi kegiatan itu tidak wajib diikuti siswa. Bagi yang berminat silakan bisa memanfaatkan kegitan itu,” terang dia.
Kegiatan Islamic Banking Goes to School melibatkan beberapa pemateri, di antaranya Pemimpin Cabang KCS Solo BPD Jateng Syariah, Singgih Budi Nugroho, yang menyampaikan materi tentang bank dan fungsinya; Branch Manager BNI Syariah KC Solo, Muhammad Usman, dengan materi jenis-jenis bank; Branch Manager Panin Dubai Syariah KC Solo, Tavip Hardaya, dengan materi produk dan layanan bank berdasarkan fungsi; dan AO Bank Sinarmas Syariah, Agus Widodo dengan materi investasi sejak dini.
Dalam paparannya, Tavip menjelaskan produk bank dalam fungsinya sebagai penghimpun dana masyarakat, yakni tabungan, giro, dan deposito. Ketiganya memiliki fitur dan manfaat yang berbeda.
OJK Solo mengakui dibutuhkan upaya untuk mengerek tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Soloraya. “Kalau bicara untuk Soloraya, kami kira [indeks literasi dan inklusi keuangan] tidak akan jauh berbeda dengan Jateng. Kami akan terus melakukan sosialisasi terutama di daerah-daerah,” kata Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Nonbank (IKNB) OJK Solo, Tito Adji Siswantoro, Selasa (12/11).
Penulis : Bayu Jatmiko Adi
Pemahaman para pelajar mengenai bank, khususnya bank syariah, perlu ditingkatkan. Sejauh ini mereka mengenal bank hanya untuk urusan menabung. Dengan…
You must be logged in to view this content.