Rakornas PKS PKS Minta Anis Matta-Fahri Tak Acak-Acak Kader

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, tidak mempermasalahkan berdirinya Partai Gelombang Rakyat (Gelora) yang dipimpin Anis Matta dan Fahri Hamzah. Namun, Tifatul meminta agar PKS tidak diacak-acak.
”Bagi saya kalau mereka buat partai baru ya mangga. Tapi jangan ngacak-ngacak lagi di sini,” ujar Tifatul di sela-sela Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (14/11).
Tifatul mengatakan setiap kader mempunyai hak masing-masing. Namun, jangan sampai ada di antara kader yang mendua.
”Kita lihat saja nanti, cuma kami harapkan jangan sampai, bagi saya pilihan bebas tapi kalau sudah memilih silakan keluar dari PKS. Jangan istilahnya mendua itu. Terus merekrut kader-kader di dalam,” kata dia.
Sedangkan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri menekankan pentingnya soliditas antarpartai. Salim Segaf ingin setiap kader berbicara dari hati ke hati jika ada permasalahan.
”Soliditas partai tidak semua partai punya. Sebagian mereka pragmatis semua. Pertahankan soliditas ini di dunia sampai di akhirat,” kata Salim Segaf.
Salim Segaf menceritakan soal hati yang tidak tenang. Jika hati tak tenang, kata dia, penyelesaian masalahnya jangan dikaitkan dengan hal-hal duniawi.
Pesan ini ditekankan Salim Segaf kepada peserta Rakornas PKS. Jika kader memiliki masalah internal, Salim Segaf berpesan agar tidak meninggalkan partai.
”Kalau ketidakcocokan terjadi di antara kita, antara ikhwan dan akhwat, penyelesaiannya bukan terus keluar, buat partai baru. Bukan,” katanya.
Dalam rakornas, PKS menegaskan sebagai oposan pemerintah. ”Rakornas 2019 juga akan kami jadikan momentum penegasan dan pengukuhan sikap oposisi PKS,” kata Juru Bicara PKS Ahmad Fathul Bari. (Jefry Prakoso/Detik/JIBI)

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, tidak mempermasalahkan berdirinya Partai Gelombang Rakyat (Gelora) yang dipimpin Anis Matta dan Fahri Hamzah. Namun, Tifatul meminta agar PKS tidak diacak-acak.
”Bagi saya kalau mereka buat partai baru ya mangga. Tapi jangan ngacak-ngacak lagi di sini,” ujar Tifatul di sela-sela Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (14/11).
Tifatul mengatakan setiap kader mempunyai hak masing-masing. Namun, jangan sampai ada di antara kader yang mendua.
”Kita lihat saja nanti, cuma kami harapkan jangan sampai, bagi saya pilihan bebas tapi kalau sudah memilih silakan keluar dari PKS. Jangan istilahnya mendua itu. Terus merekrut kader-kader di dalam,” kata dia.
Sedangkan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri menekankan pentingnya soliditas antarpartai. Salim Segaf ingin setiap kader berbicara dari hati ke hati jika ada permasalahan.
”Soliditas partai tidak semua partai punya. Sebagian mereka pragmatis semua. Pertahankan soliditas ini di dunia sampai di akhirat,” kata Salim Segaf.
Salim Segaf menceritakan soal hati yang tidak tenang. Jika hati tak tenang, kata dia, penyelesaian masalahnya jangan dikaitkan dengan hal-hal duniawi.
Pesan ini ditekankan Salim Segaf kepada peserta Rakornas PKS. Jika kader memiliki masalah internal, Salim Segaf berpesan agar tidak meninggalkan partai.
”Kalau ketidakcocokan terjadi di antara kita, antara ikhwan dan akhwat, penyelesaiannya bukan terus keluar, buat partai baru. Bukan,” katanya.
Dalam rakornas, PKS menegaskan sebagai oposan pemerintah. ”Rakornas 2019 juga akan kami jadikan momentum penegasan dan pengukuhan sikap oposisi PKS,” kata Juru Bicara PKS Ahmad Fathul Bari. (Jefry Prakoso/Detik/JIBI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *